Senin, 14 Maret 2016

Jangan Ringan Buang Sampah Sembarangan



Masalah sampah memang masalah klasik, bukan lagi masalah baru. Dari dulu sampai sekarang masih ada dan belum sepenuhnya terselesaikan. Banyak hal yang telah dilakukan untuk menanggulangi soal sampah, salah satunya mendaur ulang sampah menjadi produk-produk kreatif hingga yang masih hangat dibicarakan oleh publik yaitu diberlakukannya tas plastik berbayar. Jadi kalau kita belanja di supermarket atau minimarket dan ingin menggunakan tas plastik sebagai wadah belanjaan kita maka kita diwajibkan untuk membayar tas platik tersebut seharga Rp, 200. Mengapa kebijakan tas plastik berbayar hanya membebani pengguna dengan nominal yang begitu kecil. Parkir motor saja setidaknya kita bayar seribu rupiah, begitu juga dengan buang air kecil. Namun, mengapa masalah plastik hanya dikenakan biaya Rp.200? apakah angka Rp. 200,00 memberikan pengaruh bagi tiap orang yang akan menggunakan plastik sehingga membuat mereka mengurungkan niat untuk membeli tas plastik? Saya rasa tidak.
Masalah sampah sebenarnya masalah kita bersama. Oleh karenanya diperlukan kesadaran dari tiap individu untuk turut serta mengatasi persoalan sampah di negeri ini. Menurut berita yang dilansir oleh https://m.tempo.co/read/news/2016/02/09/206743432/indonesia-produsen-sampah-plastik-terbesar-kedua-di-dunia, Indonesia merupakan Negara penghasil sampah plastik di laut terbesar kedua di dunia setelah Cina. Sampah plastik yang disumbang Indonesia sebanyak 187,2 juta ton. Miris mengetahui ini. Hal tersebut menunjukkan masih rendahnya kepedulian kita terhadap persoalan sampah. Budaya buang sampah ditempatnya sepertinya belum sepenuhnya menjadi milik masyarakat kita. Tumpukan sampah di pinggir jalan atau di sungai menunjukkan bahwa kita masih menganggap ringan untuk buang sampah sembarangan. Bahkan tak jarang orang yang berada di dalam mobil juga membuang sampah, seperti sampah tisu, saat mobilnya sedang melaju. Pola pikir yang masih menganggap sepele soal sampah jika terus dibiarkan akan menjadi masalah yang tak berkesudahan.
Keluarga memiliki peran penting dalam hal membiasakan anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Keluarga adalah sumber pendidikan pertama bagi anak yang dapat mempengaruhi sikap anak di kemudian hari. Bayangkan jika seseorang yang terbiasa membuang sampah sembarangan dan kebiasaannya masih terus terbawa hingga sudah berkeluarga. Hal yang kemudian mungkin terjadi adalah tidak adanya ajaran dari orangtua pada anak tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya sehingga anak juga terbiasa membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, pola pikir yang masih menganggap buang sampah sembarangan adalah hal yang ringan harus segera dihilangkan agar tidak terus berlanjut pada generasi yang akan datang. Mari berubah untuk Negeri yang lebih indah :).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar